Pembangunan nasional suatu negara tidak lepas dari partisipasi seluruh elemen
yang terdapat pada negara itu, diantaranya pihak pemerintah, swasta atau
korporasi dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pelaksana tugas
pemerintahan yang tugasnya mengontrol dan membuat regulasi yang bersentuhan
dengan kepentingan nasional. Pihak swasta adalah kumpulan dari banyaknya
korporasi yang memproduksi barang dan jasa yang digunakan dalam kehidupan
masyarakat. Masyarakat lebih berperan sebagai pengguna atas produk perusahaan
dan pemerintah. Jika salah satu tidak menjalankan perannya atau salah
satu pihak tidak ada dalam perjalanan kehidupan negara itu maka yang akan
timbul adalah masa krisis dan melambatnya pertumbuhan negara dan masyarakatnya.
Korporasi diartikan sebagai perusahaan atau
badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan
dijalankan sebagai satu perusahaan besar. Perusahaan transnasional termasuk
bagian dari dunia korporasi, yakni perusahaan yang bergerak di berbagai negara,
perusahaan transnasional bisa beroperasi di lebih dari satu negara, namun
kantor pusatnya ada di satu negara, dan wilayah produksi, pemasaran dan
distribusi barang dan jasanya di negara lain. Barang dan jasa yang
dinikmati masyarakat Indonesia didominasi oleh perusahaan-perusahaan multi
nasional, seperti alat elektronik, gadget, transportasi, operator seluler,
makanan dan minuman, dan lainnya. Perusahaan jenis transnasional di Indonesia,
seperti di bidang perkebunan, media televisi, surat kabar dan online, di
bidang manufaktur, dan bidang lainnya.
Penulis memilih salah satu perusahaan Transnasional
Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan makanan yaitu PT Siantar Top, Tbk.
Sejak awal berdiri di tahun 1972 bersama pemiliknya Shindo Sumidomo PT Siantar
Top Tbk menekuni usaha di bidang penyediaan makanan, mulanya usaha produksi dan
penjualan kerupuk, kemudian memproduksi mie instan dan bihun, makananan ringan
bentuk biskuit, snack, wafer, dan baru-baru ini mulai menghasilkan dan
memasarkan produk minuman kopi dalam bentuk sachet. Tulisan ini merupakan
analisis pembahasan tentang kegiatan perusahaan yakni PT Siantar Top Tbk,
pembahasannya meliputi profil singkat perusahaan, kegiatan perusahaan saat
menyasar segmen konsumennya. Analisis menggunakan beberapa pendekatan yakni
pendekatan community economic
development dan bottom of the pyramid C.K Prahalad.
Kehadiran PT Siantar Top ke tengah masyarakat
diawali di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Saat pertama kali memulai usahanya,
pendiri perusahaan tersebut memproduksi produk kerupuk skala industri rumah
tangga. Seiring perkembangan perluasan pasar, variasi produk, dan pemenuhan
kebutuhan masyarakat kini PT Siantar Top memiliki perusahaan kantor
cabang/wilayah dan pabrik di beberapa tempat, di tahun 1996 membuka pabrik di
Kota Medan, Sumatera Utara, di Bekasi, Jawa Barat pada tahun 2002, kemudian di
Surabaya dan setelah itu membuka pabrik serta pasar penjualan produksi di
beberapa negara luar di Asia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Eropa
dan Amerika seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Jepang,
Hongkong, negara Arab, Kanada, Belanda dan beberapa negara lainnya. Perluasan
wilayah pemasaran dan penjualan merupakan tampilan perusahaan yang tidak saja
melayani kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, namun masyarakat di luar
negeri sudah menjadi konsumen yang harus tetap dilayani. Di tahun 1996 PT
Siantar Top Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dunia usaha korporasi baik itu yang skala multinasional,
transnasional dan nasional pada dasarnya memiliki tujuan sama untuk mendapatkan
keuntungan sebanyak-banyaknya. Masa globalisasi yang semakin populer dengan
makin terbukanya batasan-batasan wilayah dan ruang gerak komunikasi yang
semakin luas menjadi sesuatu hal yang berguna bagi para pengusaha. Globalisasi
membuat aktivitas kehidupan manusia semakin mudah, termasuk bagi perusahaan
yang memuluskan jalan dalam upaya pencapaian tujuan perusahaannya.
Konsekuensinya, kompetisi dan inovasi tidak jauh dari perjalanan aktivitas
perusahaan setiap saat. Tiap perusahaan berlomba untuk meraih keuntungan
maksimal dengan berbagai strategi dan cara yang dijalankan, dalam strateginya
inovasi harus ada supaya tetap dapat terus bertahan dalam arus dan arena kompetisi
dunia korporasi. Jika minim inovasi, strategi tidak berjalan maksimal, produk
kurang menggiurkan di tengah masyarakat, berujung pada laba perusahaan di akhir
tahun yang tidak prestisius. Kebertahanan dan eksistensi sebuah perusahaan
memang ditentukan oleh banyak hal, namun inovasi dalam strategi tiap perusahaan
setidaknya berpengaruh dalam pemasaran dan penjualan produk barang atau
jasanya.
PT Siantar Top Tbk sejak berkiprah di dunia
korporasi membidangi penjualan produk makanan masih terus bertahan hingga saat
ini. Penilaian penulis walaupun dengan literatur dan sumber bacaan yang minim,
dan tidak berkomunikasi dengan internal perusahaan, secara sederhana
menunjukkan eksistensi perusahaannya hingga kini. Produk yang diproduksi,
dipasarkan dan didistribusikan terbilang bukan barang mewah minimal barang
sekunder, namun suatu produk makanan ringan yang bukan menjadi konsumsi pokok
masyarakat Indonesia. Melihat pangsa pasarnya kini ternyata makanan ringan
mendapat respon positif oleh masyarakat luas terutama konsumennya. Inovasi yang
baru tampak saat perusahaan itu meluncurkan produk barunya kopi dalam
bentuk sachet, strategi pemasaran produk, jangkauan wilayah, content dan
variasi produk. Satu hal yang juga penting dalam kelangsungan dan kebertahanan
perusahaan ialah kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak lintas sektoral
menyangkut pihak eksternal dan internalnya yakni, pemerintah, masyarakat, dan
karyawan atau buruhnya juga. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan roda
pemerintahan berkepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara, masyarakat
menikmati barang yang dihasilkan oleh perusahaan, dan karyawan/buruh adalah
mereka yang bekerja memproduksi barang dan jasa yang intinya berada di
lingkungan internal perusahaan itu sendiri, dalam hal ini PT Siantar Top Tbk.
Kegiatan perusahaan PT Siantar Top Tbk mengalami
kemajuan dalam ruang lingkup ekonomi, perluasan pasar distribusi, variasi
barang yang diproduksi dan strategi promosi yang mampu bersaing dengan
perusahaan sejenisnya. Kapitalisasi perusahaan mempengaruhi keberadaan
perusahaan itu sendiri, penting untuk dipahami yang dimaksud dengan
kapitalis disini ialah perusahaan menjalankan kegiatan ekonomi yang meliputi
produksi, distribusi dan berkorelasi terhadap konsumsi barang/jasa masyarakatnya.
Selama ini masyarakat awam sering menganggap kapitalis lebih condong ke sifat
dan bentuk negatif, kapitalis dianggap mengeruk aset-aset dan meminimalkan
pengeluaran serta mengeksploitasi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Jika
mengacu pada pemahaman awam itu bisa dipastikan secara kasat mata tanpa
analisis mendalam, seluruh perusahaan yang ada di Indonesia terkategorisasi
sebagai pihak kapitalis.
Boothroyd P dan Davis, H dalam Juournal of
Planning Education and Research membahas tentang Tiga pendekatan Community
Economic Development. Ketiga pendekatan itu berkaitan dengan pertumbuhan
masyarakat dalam suatu negara, dimana pengembangan ekonomi masyarakat akan
berdampak pada pertumbuhan negaranya. Perusahaan atau korporasi akan melewati
ketiga pendekatan tersebut, karena ketiganya saling memiliki keterkaitan, dan
dapat bersamaan dilakukan di aktivitas perusahaannya. Pembeda dari ketiga
pendekatan itu terletak pada gagasan utamanya. Pendekatan Economic,
gagasan utamanya pada peningkatan pertumbuhan, Pendekatan Development mengagas
tentang perubahan struktural dan Pendekatan Community mengagas
komunalisasi masyarakat.
Pendekatan Development diartikan sebagai
upaya pengembangan dengan mementingkan kualitas pertumbuhan dibanding
kuantitas. Dalam upaya pengembangan terjadi perubahan struktural korporasi dan
berdampak langsung terutama bagi masyarakat, syaratnya harus ada kontrol
pengelolaan atas sumber daya dari pihak yang lebih memiliki kekuatan yakni
pihak korporasi. Perubahan struktural dimaksud untuk tujuan stabilitas dan
sustainabilitas korporasi, salah satu caranya dengan proses diversifikasi pada
bidang yang ditekuninya. Dampaknya tidak akan bergantung penuh pada pihak lain
dan kontrol lebih besar pada perusahaan tersebut. Pada pendekatan ini,
memperhatikan sejauh mana korporasi mengalami perubahan stuktural yang
ditujukan pada stabilititas dan sustainabilitas dengan peningkatan diversifikasi
produk, investasi, mengurangi ketergantungan dengan pihak eksternal, dan
meningkatkan kontrol korporasi.
PT Siantar Top Tbk harus diakui dulunya adalah
perusahaan kecil dan fokus pada satu produk. Pengembangan perusahaan dengan
diversifikasi produk untuk stabilitas dan sustainabilitas perusahaan,
diversifikasi itu dengan mengusahakan pemasaran produk yang sejenis dengan
produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan yang memproduksi dan
memasarkan produk makanan dan minuman tidak sedikit lagi, globalisasi dan iklim
reformasi Indonesia membuat kaum korporasi semakin banyak dan harus siap untuk
berkompetisi dan menghadirkan inovasi pada setiap strategi masing-masing
perusahaan. PT Siantar Top Tbk yang menekuni usaha di bidang makanan pada
dasarnya menghadirkan produk yang sudah ada sebelumnya yang telah diproduksi
oleh perusahaan lain, pembedanya hanya terletak pada produksi kerupuk yang
sudah lama dijajaki mereka.
Untuk dapat bersaing dengan produk sejenis
dari perusahaan lain mengharuskan perusahaan tersebut untuk menghadirkan
suatu pembeda dan meng-aneka ragamkan produk yang diproduksi dan dipasarkan,
baik itu dari segi rasa, kemasan, harga, dan iklan di media. Beberapa hal itu
akan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk mengenal dan meminati produk
dari PT Siantar Top Tbk. Beberapa produk PT Siantar Top yang mengalami
perkembangan dan telah melewati proses diversifikasi oleh perusahaan
diantaranya: Makanan Ringan: French Fries 2000, Mister, Spix, Mie Gemez,
Twistko, Snacks, Go! Snacks, Leanet. Biskuit dan Wafer : Goriorio, GO!
Potato, GO! Yogurt, GO! Biskuit, Origo, Biskuit, Wafer, Assorted Biskuit Dan
Wafer, Malkist. Mie Instan dan Bihun Soleh Bihun Jagung, Jaya Bihun, Idola
Bihun Jagung, Wilco Mie Baso, Wilco Bihun Jagung, Wilco Mie Polos. Kerupuk
Mentah: Wilco Kerupuk Pedas, Wilco Kerupuk Ikan. Permen Dr Milk dan kopi serta
produk lainnya yang diproduksi dan dipasarkan oleh beberapa anak perusahaannya.
Pandangan pendekatan ini perusahaan harus mampu mengurangi kebutuhan
ekspor secara umum dengan menggantikan produksi lokal, terkhusus pada produk PT
Siantar Top, kebutuhan gandum sangat besar dalam produksi ragam produknya.
Pendekatan Economic mementingkan
pertumbuhan dan promosi dalam aktivitas perekonomian perusahaan menyangkut hal
produksi, distribusi dan konsumsi di tengah keberadaannya dalam kehidupan
masyarakat. Semakin tinggi tingkat produksi perusahaan maka akan semakin tinggi
pula tingkat distribusi produk perusahaan kepada masyarakat, walaupun belum
bisa dijamin tingkat konsumsi masyarakat akan tinggi pula. Dari pendekatan
economi, timbul pertanyaan sejauh mana perusahaan PT Siantar Top Tbk sebagai
bagian korporasi telah meningkatkan pertumbuhan, antara lain kesempatan kerja,
pendapatan, dan kegiatan bisnisnya. Kegiatan ekonomi khususnya produksi
perusahaan sudah pasti membutuhkan lahan, tenaga kerja dan modal kapital baik
itu materi dan non materi (sosial contohnya).
Aktivitas produksi PT Siantar Top Tbk diawali saat
memproduksi barang yang belum bervariasi, masih fokus dan mengandalkan satu
produk saat itu yakni kerupuk mentah, seiring mengalami perkembangan perlahan
saat itu hingga kini perusahaan tersebut mulai memproduksi barang yang
bervariasi jenis makanan dan minuman dengan aneka bentuk seperti biskuit,
wafer, mie instan, bihun, dan kopi kemasan. Variasi produk diiringi dengan
perluasan wilayah jangkauan distribusi produk, awalnya PT Siantar Top memiliki
pabrik di Sidoarjo Jawa Timur, kemudian mendirikan pabrik di Surabaya, Medan,
Bekasi dan luar negeri. Tingkat konsumsi masyarakat semakin tinggi karena
masyarakat yang disasar produknya makin luas, konsekuensinya perusahaan harus
meningkatkan tingkat produksi dengan membangun pabrik di beberapa wilayah. Proses
produksi pada PT Siantar Top Tbk dibagi ke dalam proses produksi yang terputus-putus
(Intermitten process), berurutan dari produksi bahan baku sampai pada tahapan
produk jadi. Segmentasi market (pasar) di PT. Siantar
Top, Tbk bersifat universal, dengan daerah pemasaran meliputi pasar dalam
negeri dan luar negeri, namun porsi bagi masyarakat dalam negeri masih
yang terbesar dan diutamakan, pasar masyarakat di luar negeri masih dalam
tahapan perluasan jaringan dan mempertahankan image perusahaan dan
produk.
Dalam kegiatan perekonomian perusahaan, terdapat
hubungan keterkaitan dua arah antara perluasan wilayah distribusi dengan
peningkatan jumlah produksi barang yang dihasilkan perusahaan itu. Hubungan
tersebut menjamin adanya peningkatan lapangan kerja di masyarakat, karyawan
atau buruh dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan perekonomian perusahaan.
Kebutuhan jumlah buruh dan besaran angka pendapatan buruh ditentukan kemampuan
perusahaan secara materi dan struktur internal perusahaan, walaupun sisi
pendapatan diatur dalam perundang-undangan tentang upah minimum regional, dalam
pelaksanaannya ternyata tidak seperti ketentuan perundang-undangan, dan
biasanya akan timbul penolakan dan resistensi jika besaran angka pendapatan
jauh dari harapan dan kebutuhan tiap buruhnya.
Pendekatan Community, menggagas pemikiran
tentang komunalisasi masyarakat dan anggotanya. Sejauh mana pihak korporasi
meningkatkan partisipasi dan kemampuan tawar menawar (bargaining power)
masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dengan internalisasi
nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat terutama yang butuh untuk dibantu.
Komunalisasi memiliki konsekuensi meningkatnya interaksi dengan masyarakat,
yang menjadi catatan adalah terdapat kebersamaan kelompok dan masyarakat
melalui satu simbol yakni image atau keberadaan korporasi. Perluasan wilayah
distribusi dan peningkatan tempat memproduksi sekaligus jumlah produksi barang
mengharuskan interaksi dengan masyarakat semakin luas. Saat barang diproduksi
dan dihadirkan ke tengah kehidupan masyarakat butuh adanya komunikasi dengan
masyarakat, buruh dan karyawan pun adalah bagian dari masyarakat yang dimaksud.
Kegiatan promo produk dan sikap kedermawanan perusahaan dapat menjadi alat
sekaligus strategi komunikasi dan promosi produk perusahaan kepada masyarakat.
Agar perusahaan serta produknya dapat dikenal dan ditanam dalam pemahaman
masyarakat, produk dari PT Siantar Top Tbk selama ini dikenal sebagai produk
makanan ringan yang harganya terbilang mudah dijangkau oleh masyarakat terutama
kelas menengah ke bawah.
Karyawan atau buruh PT Siantar Top Tbk yang menjadi
bagian internal sebagai penggerak kegiatan perekonomian perusahaan juga harus
mampu diberdayakan lewat perencanaan dan pengambilan keputusan sumberdaya
perusahaan. Penentuan lokasi produksi dan distribusi produk ternyata
mengikutsertakan internalnya untuk terlibat ke dalamnya, walaupun terbagi ke
dalam beberapa tingkatan, namun setidaknya dalam tingkat paling sederhana
mereka terlibat. Masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tidak hanya
menjadi pihak konsumen namun terlibat dalam usaha-usaha produksi perusahaan,
masyarakat lokal itu menentukan kebertahanan pabrik perusahaannya, karena
mereka yang lebih tau/mengenal lingkungan sosial dan lingkungan alam di sekitar
perusahaan. Faksi di antara mereka dapat diminimalisir jika perusahaan
melibatkan masyarakat lokal ke dalam beberapa kegiatan dan memelihara rasa
kebersamaan di antara mereka yang telah disatukan dalam brand produk
dan image perusahaan.
Pengembangan ekonomi masyarakat berpengaruh pada
pembangunan atau pertumbuhan ekonomi negara. Pengembangan ekonomi masyarakat
salah satu upaya menciptakan pembangunan nasional, pembangunan ekonomi yang
terpadu dan memiliki keterkaitan satu dengan lainnya agar tiap pihak yang
berkepentingan dapat saling memperkuat ketahanan nasional khususnya di bidang
ekonomi. Pengembangan masyarakat merupakan upaya untuk menjadikan tiap anggota
masyarakat berdaya, dengan pengadaan berbagai hal yang mendukungnya, antara
lain lapangan kerja, keterampilan, dan modal. Tujuan dari pengembangan
masyarakat berorientasi pada kemampuan masyarakat dalam hal materi pendapatan
dan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan tiap potensi sumber daya yang
dimiliki atau yang berada di sekitarnya.
Persoalan kemiskinan merupakan suatu kondisi
masyarakat yang ada kaitannya dengan proses pertumbuhan negara. Di Indonesia,
berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin yakni
penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan
sebesar 11,66 persen atau setara dengan 28,59 juta orang. Daya beli barang dan
jasa masyarakat rendah, pemerintah tidak mampu mengontrol pasar dan membentuk
regulasi yang mampu melindungi kepentingan masyarakat dan banyak korporasi yang
disebut sebagai pihak swasta tidak menjalankan perannya dengan maksimal, ini
ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada pemerintah dan masyarakat
tersebut. Realita yang terjadi dalam masyarakat Indonesia terutama, tampak
masyarakat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Keberadaan
masyarakat kelas menengah yang jumlahnya lebih banyak berdampak pada aktivitas
perekonomian, salah satunya kemampuan mereka yang diuntungkan dengan harga dari
barang dan jasa yang ditawarkan lebih murah sehingga daya belinya meningkat,
sedangkan keberadaan masyarakat hampir miskin dan miskin bertolak belakang
dengan yang dialami masyarakat kelas menengah, kemampuan dan daya beli mereka
terhadap barang dan jasa yang diproduksi oleh pihak korporasi sangat rendah.
Kehadiran pihak swasta dengan berbagai ragam barang
dan jasa yang dihasilkannya memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan
negara, dan kemudian terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat. Pihak swasta
yang terdiri dari kumpulan pengusaha, biasa disebut juga korporasi, berperan
besar dalam kelangsungan suatu masyarakat di negaranya. Korporasi di Indonesia
mengalami kemajuan hingga saat ini walaupun pernah mengalami pasang surut,
terutama saat terjadi krisis besar-besaran di tahun 1997-1998, kesenjangan
sosial ekonomi semakin luas, konflik terjadi di daerah-daerah, para pengusaha
mengalami gulung tikar. Sejak dimulainya masa reformasi berbagai aspek
kehidupan masyarakat Indonesia perlahan mulai pulih dan berlangsung hingga
kini. Perkembangan dunia usaha dari masa ke masa merupakan elemen penting dan
sekaligus sebagai modal untuk keutuhan negara dan masyarakatnya. Keberadaaan
dunia korporasi akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat, jika semakin
banyak perusahaan akan semakin banyak pula tenaga kerja yang diserap, dapat
menjamin tingkat pengangguran tidak membengkak. Selain memiliki sisi positif,
banyaknya korporasi dapat menciptakan kekisruhan jika terjadi persaingan
diantara korporasi yang bentuknya tidak sehat, tidak hanya usaha korporasi
tingkat internasional, global dan nasional, berlaku juga bagi usaha di tingkat
lokal.
Wacana tentang penanggulangan kemiskinan di
Indonesia seakan tidak pernah usai, karena kompleksitasnya persoalan tersebut
penanganannya pun tidak lagi berpusat pada satu sektor seperti di pihak
pemerintah saja. Kini pihak korporasi juga ikut terlibat atau dilibatkan dalam
penanganan serta penanggulangan kemiskinan. Masyarakat kelas menengah ke bawah
sebutlah mereka masyarakat miskin saat ini dianggap sebagai pasar laten untuk
barang dan jasa yang diproduksi pihak korporasi, keberadaan mereka bisa
dijadikan peluang untuk pertumbuhan perusahaannya melalui berbagai inovasi yang
diterapkan pada strategi kegiatan perekonomian perusahaan.
Sebelumnya pihak perusahaan berpandangan bahwa masyarakat miskin bukan sebagai
konsumennya karena struktur pendanaannya tidak melayani pasar yang menyentuh
masyarakat miskin. Masyarakat miskin tidak mungkin untuk menggunakan produknya
terutama di negara-negara maju, yang diperlukan mereka seperti sanitasi namun
tidak mampu membeli deterjen. Hanya negara yang berkembang yang mampu
mengapresiasi dan membeli inovasi dari suatu teknologi, dan masyarakat miskin
tidak akan dapat membayar sebuah inovasi teknologi serta tidak dapat dijadikan
sebagai sumber inovasi. Masyarakat miskin dianggap perusahaan tidak penting
dalam proses pertumbuhan jangka panjang karena mereka justru dapat mengganggu
dan mengacaukan pasar. Di negara yang banyak masyarakat miskin, perusahaan
tidak mampu utuk mengembangkan pasar ditambah pula kesulitan menghadirkan
manajer yang mumpuni dalam pasar masyarakat miskin. Pandangan pihak perusahaan
tersebut menjadi pemikiran sekaligus pemahaman yang lama dianut oleh pihak
perusahaan baik itu multinasional dan transnasional, hanya masyarakat kelas
menengah ke atas lah yang menjadi sasaran utama dalam pengembangan perusahan
dan perluasan produksi dan distribusi agar laba yang diperoleh maksimal.
Penilaian yang timbul pada masyarakat terhadap perusahaan yakni menganggap
perusahaan hanya berorientasi pada keuntungan semata, kapitalisasi modal lebih
dominan dalam aktivitasnya, tidak peduli terhadap kondisi masyarakat miskin
yang butuh untuk ditanggulangi.
Piramida ekonomi masyarakat kelas bawah yang digagas C.K Prahalad menganggap
bahwa ternyata perusahaan memiliki keterlibatan dalam penanggulangan kemiskinan
karena modal sumber daya dan jaringan yang dimilikinya. Masyarakat miskin pun
dianggap berpotensi besar dalam menjaga kelangsungan aktivitas perekonomian
perusahaan. Dengan perannya sebagai konsumen, berdampak langsung terhadap
kelangsungan serta pertumbuhan ekonomi perusahaan. Masyarakat BOP yang
pendapatannya kurang dari US$ 1500 tidaklah sedikit, di seluruh dunia
diperkirakan mencapai 4 milyar jiwa dan tersimpan triliunan dolar ada pada
mereka. Masyarakat BOP yang sadar pada nilai dan merk tetap mengharapkan barang
yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau. Hal itu membuat pihak
perusahaan untuk menentukan strategi dalam meraup keuntungan dari masyarakat
miskin, tekanan untuk meraup untung membuat strategi perusahaan harus efisien
dan maksimal di tiap kegiatan bisnisnya.
Transformasi pandangan korporasi pada dasarnya tetap bersandar pada esensi
tujuan mereka yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya, dan meminimalisir
pengeluaran. PT Siantar Top Tbk salah satu perusahaan bagian dari dunia
korporasi Indonesia memanfaatkan keberadaan jumlah masyarakat Indonesia yang
besar, dan jumlah masyarakat miskinnya pun tidaklah sedikit. Perusahaan yang
memproduksi makanan dan minuman ini memang tidak mengkhususkan siapa yang
menjadi sasaran utamanya, atau masyarakat kelas yang mana yang dijadikan
sebagai konsumen atas produknya. Semua dianggap berpotensi dapat memberikan
keuntungan pada perusahannya. Penambahan jumlah produk, diversifikasi produksi,
dan perluasan wilayah produksi dan distribusi PT Siantar Top juga tidak dipengaruhi
oleh penentuan kelas masyarakat yang mana yang akan disasar.
Melihat produk perusahaan ini yang dominan akan
produk makanan ringan jenis biskuit, wafer, permen, bihun, dan mie instan.
Jenis makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh masyarakat mana saja, tidak saja
bagi kalangan anak. Keberadaan perusahaan di Indonesia yang memproduksi barang
semacam itu sangat banyak, membuat PT Siantar Top Tbk untuk berinovasi dan
meningkatkan teknologi serta kemampuan mereka mengkomunikasikan produknya pada
masyarakat sebagai calon konsumennya. Perusahaan harus siap berkompetisi dengan
perusahaan lainnya terutama perusahaan yang memproduksi barang sejenis dengan
mereka. Harga yang terjangkau, rasa dan bahan khas lokal adalah jargon utama
mereka di tiap media yang mereka gunakan sebagai promosi dan sosialisasi
produk. Saat perusahaan memproduksi minuman dengan jenis kopi kemasan tampak
suatu strategi perusahaan untuk memperluas konsumen dan wilayah jangkauan
pasarnya. Teknologi baru dan canggih tidak meninggalkan ke-khas-an produk
perusahaan dan ke-lokal-an produksi dalam negeri.
Secara historis, puluhan tahun lalu PT Siantar Top
merupakan perusahaan tingkat lokal yang kini telah menjadi perusahaan
trasnasional yang mampu menjangkau pasar di luar negeri, dan mampu menggunakan
media sebagai bagian dari teknologi untuk memasarkan produknya ke tengah
masyarakat. Saat perusahaan membuka pabrik baru dan membutuhkan tenaga kerja,
masyarakat lokal dilibatkan dalam kegiatan produksinya, dan perlahan tapi pasti
tenaga kerja yang merupakan anggota masyarakat telah mampu menggunakan alat
produksi yang tidak lagi tradisional. Teknologi canggih adalah konsekuensi yang
harus dibayar perusahaan dimana semakin luasnya jangkauan distribusi produknya,
memenuhi kebutuhan masyarakat dalam dan luar negeri.
Apa yang dilakukan PT Siantar Top Tbk seperti
variasi produk, diversifikasi produk, perluasan wilayah produksi dan distribusi
produk, menghidupkan strategi bisnis dengan inovasi-inovasi, strategi promosi
dan sosialiasi dengan penggunaan teknologi seluruhnya merupakan respon
perusahaan atas kondisi yang terjadi di masyarakat. Perusahaan melihat ada
potensi yang terkandung di dalam masyarakat yang masih banyak jumlah masyarakat
kelas menengah ke bawah atau masyarakat miskin. Harga produk yang terjangkau
dengan brand yang meluas ke negara lain tidak membuat perusahaan
untuk meningkatkan harga produknya, efisiensi untuk memaksimalkan keuntungan
perusahaan itulah yang dilakukan perusahaan. Seluruh kemasan produknya dapat
dijadikan alat untuk hal itu, solusi tengah dengan cara mengurangi kuantitas content produk
namun dengan cita rasa dan model kemasan yang tetap sama lalu disesuaikan
dengan ongkos produksi dan distribusi perusahaan agar perusahaan tidak merugi,
dan juga masyarakat miskin pun tidak merugi atas kebijakan perusahaan. Solusi
tengah dengan menjaga image dan brand produk yang dikenal
masyarakat terbilang murah dilakukan agar tetap bisa dijangkau oleh masyarakat
kelas bawah dan perusahaan tetap bisa melayani kebutuhan mereka sebagai
konsumen.
Jika melihat di pasaran antara produk makanan
perusahaan lain dan produk makanan dari PT Siantar Top mengalami
persaingan, tiap perusahaan harus menghadirkan pembeda dengan perusahaan
lainnya, agar masyarakat meminati dan memilih produknya. Penggunaan media
teknologi komunikasi oleh PT Siantar Top sebagai cara berkomunikasi dengan
masyarakat dipastikan berdampak pada kelangsungan kegiatan bisnis perusahaan
ini. Strategi itu mampu menyasar tiap lapisan di masyarakat, ke lapisan
terbawah sekalipun. Harga biskuit dengan kemasan standar atau besar sulit
dijangkau dan kurang diminati oleh masyarakat miskin, walaupun di dalam dirinya
menginginkan produk lain dan ternyata harganya mahal membuat mereka
mengurungkan keinginannya itu dan memilih produk PT Siantar Top yang
menyediakan banyak produk dengan kemasan yang lebih ramping sehingga harganya
pun tidak semahal produk lain. Hal itu membuat pengeluaran masyarakat miskin
akan semakin meningkat pula, karena mereka akan lebih sering untuk membeli
produk tersebut.
Strategi yang digunakan perusahaan harus
mencerminkan adanya inovasi dan menggunakan teknologi dalam menjalankan
strateginya itu, inovasi punya korelasi dengan keberadaan masyarakat kelas
bawah. Inovasi itu lahir dari kondisi masyarakat miskin selama ini, tuntutan
keinginan masyarakat yang ingin menikmati makanan dan minuman dengan harga
terjangkau direspon oleh perusahaan. Respon yang tetap orientasinya pada
profit, namun mengandalkan efisiensi saat memproduksi, mempromosikan dan
mendisribusikan produknya. Kegiatan bisnis yang kaya akan inspirasi dan tetap
memperhatikan keberadaan serta peran masyarakat kelas bawah membuat kondisi
pasar tidak jenuh, perusahaan ini tetap tumbuh, pertumbuhaan perusahaan PT
Siantar Top dan banyak perusahaan lainnya dapat berdampak pada pertumbuhan
ekonomi negara. Bagi negara, tugasnya ialah melakukan pemerataan pertumbuhan
dan pengembangan ekonomi masyarakat. Bagi masyarakat, ada rasa yang dipuaskan
ketika meraih suatu produk dengan memperhatikan kemampuan dan daya saingnya,
hal itu berpotensi pada peluang masyarakat miskin untuk ‘naik kelas’ pada kelas
di atasnya sesuai tangga piramida konsumen, mengacu pada fortune in the
Bottom of the Pyramid C.K Prahalad.
Sumber
Bacaan:
-
Bahan Ajar Ekonomi Lokal dan Pengentasan Kemiskinan oleh Bapak Bagus Aryo, Ph.D
- Berita
di beberapa media


Tidak ada komentar:
Posting Komentar