Kamis, 04 Juli 2013

Analisis Kegiatan Usaha PT Siantar Top Tbk dalam Kaitannya dengan Keberadaan Masyarakat Kelas Menengah ke Bawah


            Pembangunan nasional suatu negara tidak lepas dari partisipasi seluruh elemen yang terdapat pada negara itu, diantaranya pihak pemerintah, swasta atau korporasi dan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pelaksana tugas pemerintahan yang tugasnya mengontrol dan membuat regulasi yang bersentuhan dengan kepentingan nasional. Pihak swasta adalah kumpulan dari banyaknya korporasi yang memproduksi barang dan jasa yang digunakan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat lebih berperan sebagai pengguna atas produk perusahaan dan pemerintah.  Jika salah satu tidak menjalankan perannya atau salah satu pihak tidak ada dalam perjalanan kehidupan negara itu maka yang akan timbul adalah masa krisis dan melambatnya pertumbuhan negara dan masyarakatnya.  
Korporasi diartikan sebagai perusahaan atau badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijalankan sebagai satu perusahaan besar. Perusahaan transnasional termasuk bagian dari dunia korporasi, yakni perusahaan yang bergerak di berbagai negara, perusahaan transnasional bisa beroperasi di lebih dari satu negara, namun kantor pusatnya ada di satu negara, dan wilayah produksi, pemasaran dan distribusi barang dan jasanya di negara lain. Barang dan jasa yang dinikmati masyarakat Indonesia didominasi oleh perusahaan-perusahaan multi nasional, seperti alat elektronik, gadget, transportasi, operator seluler, makanan dan minuman, dan lainnya. Perusahaan jenis transnasional di Indonesia, seperti di bidang perkebunan, media televisi, surat kabar dan online, di bidang manufaktur, dan bidang lainnya.
Penulis memilih salah satu perusahaan Transnasional Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan makanan yaitu PT Siantar Top, Tbk. Sejak awal berdiri di tahun 1972 bersama pemiliknya Shindo Sumidomo PT Siantar Top Tbk menekuni usaha di bidang penyediaan makanan, mulanya usaha produksi dan penjualan kerupuk, kemudian memproduksi mie instan dan bihun, makananan ringan bentuk biskuit, snack, wafer, dan baru-baru ini mulai menghasilkan dan memasarkan produk minuman kopi dalam bentuk sachet. Tulisan ini merupakan analisis pembahasan tentang kegiatan perusahaan yakni PT Siantar Top Tbk, pembahasannya meliputi profil singkat perusahaan, kegiatan perusahaan saat menyasar segmen konsumennya. Analisis menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan community economic development dan bottom of the pyramid C.K Prahalad.
Kehadiran PT Siantar Top ke tengah masyarakat diawali di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Saat pertama kali memulai usahanya, pendiri perusahaan tersebut memproduksi produk kerupuk skala industri rumah tangga. Seiring perkembangan perluasan pasar, variasi produk, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat kini PT Siantar Top memiliki perusahaan kantor cabang/wilayah dan pabrik di beberapa tempat, di tahun 1996 membuka pabrik di Kota Medan, Sumatera Utara, di Bekasi, Jawa Barat pada tahun 2002, kemudian di Surabaya dan setelah itu membuka pabrik serta pasar penjualan produksi di beberapa negara luar di Asia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Eropa dan Amerika seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Jepang, Hongkong, negara Arab, Kanada, Belanda dan beberapa negara lainnya. Perluasan wilayah pemasaran dan penjualan merupakan tampilan perusahaan yang tidak saja melayani kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, namun masyarakat di luar negeri sudah menjadi konsumen yang harus tetap dilayani. Di tahun 1996 PT Siantar Top Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dunia usaha korporasi baik itu yang skala multinasional, transnasional dan nasional pada dasarnya memiliki tujuan sama untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Masa globalisasi yang semakin populer dengan makin terbukanya batasan-batasan wilayah dan ruang gerak komunikasi yang semakin luas menjadi sesuatu hal yang berguna bagi para pengusaha. Globalisasi membuat aktivitas kehidupan manusia semakin mudah, termasuk bagi perusahaan yang memuluskan jalan dalam upaya pencapaian tujuan perusahaannya. Konsekuensinya, kompetisi dan inovasi tidak jauh dari perjalanan aktivitas perusahaan setiap saat. Tiap perusahaan berlomba untuk meraih keuntungan maksimal dengan berbagai strategi dan cara yang dijalankan, dalam strateginya inovasi harus ada supaya tetap dapat terus bertahan dalam arus dan arena kompetisi dunia korporasi. Jika minim inovasi, strategi tidak berjalan maksimal, produk kurang menggiurkan di tengah masyarakat, berujung pada laba perusahaan di akhir tahun yang tidak prestisius. Kebertahanan dan eksistensi sebuah perusahaan memang ditentukan oleh banyak hal, namun inovasi dalam strategi tiap perusahaan setidaknya berpengaruh dalam pemasaran dan penjualan produk barang atau jasanya.
PT Siantar Top Tbk sejak berkiprah di dunia korporasi membidangi penjualan produk makanan masih terus bertahan hingga saat ini. Penilaian penulis walaupun dengan literatur dan sumber bacaan yang minim, dan tidak berkomunikasi dengan internal perusahaan, secara sederhana menunjukkan eksistensi perusahaannya hingga kini. Produk yang diproduksi, dipasarkan dan didistribusikan terbilang bukan barang mewah minimal barang sekunder, namun suatu produk makanan ringan yang bukan menjadi konsumsi pokok masyarakat Indonesia. Melihat pangsa pasarnya kini ternyata makanan ringan mendapat respon positif oleh masyarakat luas terutama konsumennya. Inovasi yang baru tampak saat perusahaan itu meluncurkan produk barunya kopi dalam bentuk  sachet, strategi pemasaran produk, jangkauan wilayah, content dan variasi produk. Satu hal yang juga penting dalam kelangsungan dan kebertahanan perusahaan ialah kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak lintas sektoral menyangkut pihak eksternal dan internalnya yakni, pemerintah, masyarakat, dan karyawan atau buruhnya juga. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan roda pemerintahan berkepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara, masyarakat menikmati barang yang dihasilkan oleh perusahaan, dan karyawan/buruh adalah mereka yang bekerja memproduksi barang dan jasa yang intinya berada di lingkungan internal perusahaan itu sendiri, dalam hal ini PT Siantar Top Tbk.
Kegiatan perusahaan PT Siantar Top Tbk mengalami kemajuan dalam ruang lingkup ekonomi, perluasan pasar distribusi, variasi barang yang diproduksi dan strategi promosi yang mampu bersaing dengan perusahaan sejenisnya. Kapitalisasi perusahaan mempengaruhi keberadaan perusahaan itu sendiri, penting untuk dipahami yang  dimaksud dengan kapitalis disini ialah perusahaan menjalankan kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi dan berkorelasi terhadap konsumsi barang/jasa masyarakatnya. Selama ini masyarakat awam sering menganggap kapitalis lebih condong ke sifat dan bentuk negatif, kapitalis dianggap mengeruk aset-aset dan meminimalkan pengeluaran serta mengeksploitasi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Jika mengacu pada pemahaman awam itu bisa dipastikan secara kasat mata tanpa analisis mendalam, seluruh perusahaan yang ada di Indonesia terkategorisasi sebagai pihak kapitalis.
Boothroyd P dan Davis, H dalam Juournal of Planning Education and Research membahas tentang Tiga pendekatan Community Economic Development. Ketiga pendekatan itu berkaitan dengan pertumbuhan masyarakat dalam suatu negara, dimana pengembangan ekonomi masyarakat akan berdampak pada pertumbuhan negaranya. Perusahaan atau korporasi akan melewati ketiga pendekatan tersebut, karena ketiganya saling memiliki keterkaitan, dan dapat bersamaan dilakukan di aktivitas perusahaannya. Pembeda dari ketiga pendekatan itu terletak pada gagasan utamanya. Pendekatan Economic, gagasan utamanya pada peningkatan pertumbuhan, Pendekatan Development mengagas tentang perubahan struktural dan Pendekatan Community mengagas komunalisasi masyarakat.
Pendekatan Development diartikan sebagai upaya pengembangan dengan mementingkan kualitas pertumbuhan dibanding kuantitas. Dalam upaya pengembangan terjadi perubahan struktural korporasi dan berdampak langsung terutama bagi masyarakat, syaratnya harus ada kontrol pengelolaan atas sumber daya dari pihak yang lebih memiliki kekuatan yakni pihak korporasi. Perubahan struktural dimaksud untuk tujuan stabilitas dan sustainabilitas korporasi, salah satu caranya dengan proses diversifikasi pada bidang yang ditekuninya. Dampaknya tidak akan bergantung penuh pada pihak lain dan kontrol lebih besar pada perusahaan tersebut. Pada pendekatan ini, memperhatikan  sejauh mana korporasi mengalami perubahan stuktural yang ditujukan pada stabilititas dan sustainabilitas dengan peningkatan diversifikasi produk, investasi, mengurangi ketergantungan dengan pihak eksternal, dan meningkatkan kontrol korporasi.
PT Siantar Top Tbk harus diakui dulunya adalah perusahaan kecil dan fokus pada satu produk. Pengembangan perusahaan dengan diversifikasi produk untuk stabilitas dan sustainabilitas perusahaan, diversifikasi itu dengan mengusahakan pemasaran produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk makanan dan minuman tidak sedikit lagi, globalisasi dan iklim reformasi Indonesia membuat kaum korporasi semakin banyak dan harus siap untuk berkompetisi dan menghadirkan inovasi pada setiap strategi masing-masing perusahaan. PT Siantar Top Tbk yang menekuni usaha di bidang makanan pada dasarnya menghadirkan produk yang sudah ada sebelumnya yang telah diproduksi oleh perusahaan lain, pembedanya hanya terletak pada produksi kerupuk yang sudah lama dijajaki mereka.
Untuk dapat bersaing dengan produk  sejenis dari perusahaan lain  mengharuskan perusahaan tersebut untuk menghadirkan suatu pembeda dan meng-aneka ragamkan produk yang diproduksi dan dipasarkan, baik itu dari segi rasa, kemasan, harga, dan iklan di media. Beberapa hal itu akan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk mengenal dan meminati produk dari PT Siantar Top Tbk. Beberapa produk PT Siantar Top yang mengalami perkembangan dan telah melewati proses diversifikasi oleh perusahaan diantaranya: Makanan Ringan: French Fries 2000, Mister, Spix, Mie Gemez, Twistko, Snacks, Go! Snacks, Leanet. Biskuit dan Wafer : Goriorio, GO! Potato, GO! Yogurt, GO! Biskuit, Origo, Biskuit, Wafer, Assorted Biskuit Dan Wafer, Malkist. Mie Instan dan Bihun Soleh Bihun Jagung, Jaya Bihun, Idola Bihun Jagung, Wilco Mie Baso, Wilco Bihun Jagung, Wilco Mie Polos. Kerupuk Mentah: Wilco Kerupuk Pedas, Wilco Kerupuk Ikan. Permen Dr Milk dan kopi serta produk lainnya yang diproduksi dan dipasarkan oleh beberapa anak perusahaannya. Pandangan pendekatan ini perusahaan harus mampu mengurangi kebutuhan ekspor secara umum dengan menggantikan produksi lokal, terkhusus pada produk PT Siantar Top, kebutuhan gandum sangat besar dalam produksi ragam produknya.
Pendekatan Economic mementingkan pertumbuhan dan promosi dalam aktivitas perekonomian perusahaan menyangkut hal produksi, distribusi dan konsumsi di tengah keberadaannya dalam kehidupan masyarakat. Semakin tinggi tingkat produksi perusahaan maka akan semakin tinggi pula tingkat distribusi produk perusahaan kepada masyarakat, walaupun belum bisa dijamin tingkat konsumsi masyarakat akan tinggi pula. Dari pendekatan economi, timbul pertanyaan sejauh mana perusahaan PT Siantar Top Tbk sebagai bagian korporasi telah meningkatkan pertumbuhan, antara lain kesempatan kerja, pendapatan, dan kegiatan bisnisnya. Kegiatan ekonomi khususnya produksi perusahaan sudah pasti membutuhkan lahan, tenaga kerja dan modal kapital baik itu materi dan non materi (sosial contohnya).
Aktivitas produksi PT Siantar Top Tbk diawali saat memproduksi barang yang belum bervariasi, masih fokus dan mengandalkan satu produk saat itu yakni kerupuk mentah, seiring mengalami perkembangan perlahan saat itu hingga kini perusahaan tersebut mulai memproduksi barang yang bervariasi jenis makanan dan minuman dengan aneka bentuk seperti biskuit, wafer, mie instan, bihun, dan kopi kemasan. Variasi produk diiringi dengan perluasan wilayah jangkauan distribusi produk, awalnya PT Siantar Top memiliki pabrik di Sidoarjo Jawa Timur, kemudian mendirikan pabrik di Surabaya, Medan, Bekasi dan luar negeri. Tingkat konsumsi masyarakat semakin tinggi karena masyarakat yang disasar produknya makin luas, konsekuensinya perusahaan harus meningkatkan tingkat produksi dengan membangun pabrik di beberapa wilayah. Proses produksi pada PT Siantar Top Tbk dibagi ke dalam proses produksi yang terputus-putus (Intermitten process), berurutan dari produksi bahan baku sampai pada tahapan produk jadi. Segmentasi market (pasar) di PT. Siantar Top, Tbk bersifat universal, dengan daerah pemasaran meliputi pasar dalam negeri dan luar negeri, namun porsi bagi masyarakat dalam negeri masih yang terbesar dan diutamakan, pasar masyarakat di luar negeri masih dalam tahapan perluasan jaringan dan mempertahankan image perusahaan dan produk.
Dalam kegiatan perekonomian perusahaan, terdapat hubungan keterkaitan dua arah antara perluasan wilayah distribusi dengan peningkatan jumlah produksi barang yang dihasilkan perusahaan itu. Hubungan tersebut menjamin adanya peningkatan lapangan kerja di masyarakat, karyawan atau buruh dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan perekonomian perusahaan. Kebutuhan jumlah buruh dan besaran angka pendapatan buruh ditentukan kemampuan perusahaan secara materi dan struktur internal perusahaan, walaupun sisi pendapatan diatur dalam perundang-undangan tentang upah minimum regional, dalam pelaksanaannya ternyata tidak seperti ketentuan perundang-undangan, dan biasanya akan timbul penolakan dan resistensi jika besaran angka pendapatan jauh dari harapan dan kebutuhan tiap buruhnya.
Pendekatan Community, menggagas pemikiran tentang komunalisasi masyarakat dan anggotanya. Sejauh mana pihak korporasi meningkatkan partisipasi dan kemampuan tawar menawar (bargaining power) masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dengan internalisasi nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat terutama yang butuh untuk dibantu. Komunalisasi memiliki konsekuensi meningkatnya interaksi dengan masyarakat, yang menjadi catatan adalah terdapat kebersamaan kelompok dan masyarakat melalui satu simbol yakni image atau keberadaan korporasi. Perluasan wilayah distribusi dan peningkatan tempat memproduksi sekaligus jumlah produksi barang mengharuskan interaksi dengan masyarakat semakin luas. Saat barang diproduksi dan dihadirkan ke tengah kehidupan masyarakat butuh adanya komunikasi dengan masyarakat, buruh dan karyawan pun adalah bagian dari masyarakat yang dimaksud. Kegiatan promo produk dan sikap kedermawanan perusahaan dapat menjadi alat sekaligus strategi komunikasi dan promosi produk perusahaan kepada masyarakat. Agar perusahaan serta produknya dapat dikenal dan ditanam dalam pemahaman masyarakat, produk dari PT Siantar Top Tbk selama ini dikenal sebagai produk makanan ringan yang harganya terbilang mudah dijangkau oleh masyarakat terutama kelas menengah ke bawah.
Karyawan atau buruh PT Siantar Top Tbk yang menjadi bagian internal sebagai penggerak kegiatan perekonomian perusahaan juga harus mampu diberdayakan lewat perencanaan dan pengambilan keputusan sumberdaya perusahaan. Penentuan lokasi produksi dan distribusi produk ternyata mengikutsertakan internalnya untuk terlibat ke dalamnya, walaupun terbagi ke dalam beberapa tingkatan, namun setidaknya dalam tingkat paling sederhana mereka terlibat. Masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tidak hanya menjadi pihak konsumen namun terlibat dalam usaha-usaha produksi perusahaan, masyarakat lokal itu menentukan kebertahanan pabrik perusahaannya, karena mereka yang lebih tau/mengenal lingkungan sosial dan lingkungan alam di sekitar perusahaan. Faksi di antara mereka dapat diminimalisir jika perusahaan melibatkan masyarakat lokal ke dalam beberapa kegiatan dan memelihara rasa kebersamaan di antara mereka yang telah disatukan dalam brand produk dan image perusahaan.
Pengembangan ekonomi masyarakat berpengaruh pada pembangunan atau pertumbuhan ekonomi negara. Pengembangan ekonomi masyarakat salah satu upaya menciptakan pembangunan nasional, pembangunan ekonomi yang terpadu dan memiliki keterkaitan satu dengan  lainnya agar tiap pihak yang berkepentingan dapat saling memperkuat ketahanan nasional khususnya di bidang ekonomi. Pengembangan masyarakat merupakan upaya untuk menjadikan tiap anggota masyarakat berdaya, dengan pengadaan berbagai hal yang mendukungnya, antara lain lapangan kerja, keterampilan, dan modal. Tujuan dari pengembangan masyarakat berorientasi pada kemampuan masyarakat dalam hal materi pendapatan dan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan tiap potensi sumber daya yang dimiliki atau yang berada di sekitarnya.
Persoalan kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat yang ada kaitannya dengan proses pertumbuhan negara. Di Indonesia, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan sebesar 11,66 persen atau setara dengan 28,59 juta orang. Daya beli barang dan jasa masyarakat rendah, pemerintah tidak mampu mengontrol pasar dan membentuk regulasi yang mampu melindungi kepentingan masyarakat dan banyak korporasi yang disebut sebagai pihak swasta tidak menjalankan perannya dengan maksimal, ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada pemerintah dan masyarakat tersebut. Realita yang terjadi dalam masyarakat Indonesia terutama, tampak masyarakat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Keberadaan masyarakat kelas menengah yang jumlahnya lebih banyak berdampak pada aktivitas perekonomian, salah satunya kemampuan mereka yang diuntungkan dengan harga dari barang dan jasa yang ditawarkan lebih murah sehingga daya belinya meningkat, sedangkan keberadaan masyarakat hampir miskin dan miskin bertolak belakang dengan yang dialami masyarakat kelas menengah, kemampuan dan daya beli mereka terhadap barang dan jasa yang diproduksi oleh pihak korporasi sangat rendah.
Kehadiran pihak swasta dengan berbagai ragam barang dan jasa yang dihasilkannya memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan negara, dan kemudian terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat. Pihak swasta yang terdiri dari kumpulan pengusaha, biasa disebut juga korporasi, berperan besar dalam kelangsungan suatu masyarakat di negaranya. Korporasi di Indonesia mengalami kemajuan hingga saat ini walaupun pernah mengalami pasang surut, terutama saat terjadi krisis besar-besaran di tahun 1997-1998, kesenjangan sosial ekonomi semakin luas, konflik terjadi di daerah-daerah, para pengusaha mengalami gulung tikar. Sejak dimulainya masa reformasi berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia perlahan mulai pulih dan berlangsung hingga kini. Perkembangan dunia usaha dari masa ke masa merupakan elemen penting dan sekaligus sebagai modal untuk keutuhan negara dan masyarakatnya. Keberadaaan dunia korporasi akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat, jika semakin banyak perusahaan akan semakin banyak pula tenaga kerja yang diserap, dapat menjamin tingkat pengangguran tidak membengkak. Selain memiliki sisi positif, banyaknya korporasi dapat menciptakan kekisruhan jika terjadi persaingan  diantara korporasi yang bentuknya tidak sehat, tidak hanya usaha korporasi tingkat internasional, global dan nasional, berlaku juga bagi usaha di tingkat lokal. 
Wacana tentang penanggulangan kemiskinan di Indonesia seakan tidak pernah usai, karena kompleksitasnya persoalan tersebut penanganannya pun tidak lagi berpusat pada satu sektor seperti di pihak pemerintah saja. Kini pihak korporasi juga ikut terlibat atau dilibatkan dalam penanganan serta penanggulangan kemiskinan. Masyarakat kelas menengah ke bawah sebutlah mereka masyarakat miskin saat ini dianggap sebagai pasar laten untuk barang dan jasa yang diproduksi pihak korporasi, keberadaan mereka bisa dijadikan peluang untuk pertumbuhan perusahaannya melalui berbagai inovasi yang diterapkan pada strategi kegiatan perekonomian perusahaan.
            Sebelumnya pihak perusahaan berpandangan bahwa masyarakat miskin bukan sebagai konsumennya karena struktur pendanaannya tidak melayani pasar yang menyentuh masyarakat miskin. Masyarakat miskin tidak mungkin untuk menggunakan produknya terutama di negara-negara maju, yang diperlukan mereka seperti sanitasi namun tidak mampu membeli deterjen. Hanya negara yang berkembang yang mampu mengapresiasi dan membeli inovasi dari suatu teknologi, dan masyarakat miskin tidak akan dapat membayar sebuah inovasi teknologi serta tidak dapat dijadikan sebagai sumber inovasi. Masyarakat miskin dianggap perusahaan tidak penting dalam proses pertumbuhan jangka panjang karena mereka justru dapat mengganggu dan mengacaukan pasar. Di negara yang banyak masyarakat miskin, perusahaan tidak mampu utuk mengembangkan pasar ditambah pula kesulitan menghadirkan manajer yang mumpuni dalam pasar masyarakat miskin. Pandangan pihak perusahaan tersebut menjadi pemikiran sekaligus pemahaman yang lama dianut oleh pihak perusahaan baik itu multinasional dan transnasional, hanya masyarakat kelas menengah ke atas lah yang menjadi sasaran utama dalam pengembangan perusahan dan perluasan produksi dan distribusi agar laba yang diperoleh maksimal. Penilaian yang timbul pada masyarakat terhadap perusahaan yakni menganggap perusahaan hanya berorientasi pada keuntungan semata, kapitalisasi modal lebih dominan dalam aktivitasnya, tidak peduli terhadap kondisi masyarakat miskin yang butuh untuk ditanggulangi.
            Piramida ekonomi masyarakat kelas bawah yang digagas C.K Prahalad menganggap bahwa ternyata perusahaan memiliki keterlibatan dalam penanggulangan kemiskinan karena modal sumber daya dan jaringan yang dimilikinya. Masyarakat miskin pun dianggap berpotensi besar dalam menjaga kelangsungan aktivitas perekonomian perusahaan. Dengan perannya sebagai konsumen, berdampak langsung terhadap kelangsungan serta pertumbuhan ekonomi perusahaan. Masyarakat BOP yang pendapatannya kurang dari US$ 1500 tidaklah sedikit, di seluruh dunia diperkirakan mencapai 4 milyar jiwa dan tersimpan triliunan dolar ada pada mereka. Masyarakat BOP yang sadar pada nilai dan merk tetap mengharapkan barang yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau. Hal itu membuat pihak perusahaan untuk menentukan strategi dalam meraup keuntungan dari masyarakat miskin, tekanan untuk meraup untung membuat strategi perusahaan harus efisien dan maksimal di tiap kegiatan bisnisnya.
            Transformasi pandangan korporasi pada dasarnya tetap bersandar pada esensi tujuan mereka yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya, dan meminimalisir pengeluaran. PT Siantar Top Tbk salah satu perusahaan bagian dari dunia korporasi Indonesia memanfaatkan keberadaan jumlah masyarakat Indonesia yang besar, dan jumlah masyarakat miskinnya pun tidaklah sedikit. Perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman ini memang tidak mengkhususkan siapa yang menjadi sasaran utamanya, atau masyarakat kelas yang mana yang dijadikan sebagai konsumen atas produknya. Semua dianggap berpotensi dapat memberikan keuntungan pada perusahannya. Penambahan jumlah produk, diversifikasi produksi, dan perluasan wilayah produksi dan distribusi PT Siantar Top juga tidak dipengaruhi oleh penentuan kelas masyarakat yang mana yang akan disasar.
Melihat produk perusahaan ini yang dominan akan produk makanan ringan jenis biskuit, wafer, permen, bihun, dan mie instan. Jenis makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh masyarakat mana saja, tidak saja bagi kalangan anak. Keberadaan perusahaan di Indonesia yang memproduksi barang semacam itu sangat banyak, membuat PT Siantar Top Tbk untuk berinovasi dan meningkatkan teknologi serta kemampuan mereka mengkomunikasikan produknya pada masyarakat sebagai calon konsumennya. Perusahaan harus siap berkompetisi dengan perusahaan lainnya terutama perusahaan yang memproduksi barang sejenis dengan mereka. Harga yang terjangkau, rasa dan bahan khas lokal adalah jargon utama mereka di tiap media yang mereka gunakan sebagai promosi dan sosialisasi produk. Saat perusahaan memproduksi minuman dengan jenis kopi kemasan tampak suatu strategi perusahaan untuk memperluas konsumen dan wilayah jangkauan pasarnya. Teknologi baru dan canggih tidak meninggalkan ke-khas-an produk perusahaan dan ke-lokal-an produksi dalam negeri.
Secara historis, puluhan tahun lalu PT Siantar Top merupakan perusahaan tingkat lokal yang kini telah menjadi perusahaan trasnasional yang mampu menjangkau pasar di luar negeri, dan mampu menggunakan media sebagai bagian dari teknologi untuk memasarkan produknya ke tengah masyarakat. Saat perusahaan membuka pabrik baru dan membutuhkan tenaga kerja, masyarakat lokal dilibatkan dalam kegiatan produksinya, dan perlahan tapi pasti tenaga kerja yang merupakan anggota masyarakat telah mampu menggunakan alat produksi yang tidak lagi tradisional. Teknologi canggih adalah konsekuensi yang harus dibayar perusahaan dimana semakin luasnya jangkauan distribusi produknya, memenuhi kebutuhan masyarakat dalam dan luar negeri.
Apa yang dilakukan PT Siantar Top Tbk seperti variasi produk, diversifikasi produk, perluasan wilayah produksi dan distribusi produk, menghidupkan strategi bisnis dengan inovasi-inovasi, strategi promosi dan sosialiasi dengan penggunaan teknologi seluruhnya merupakan respon perusahaan atas kondisi yang terjadi di masyarakat. Perusahaan melihat ada potensi yang terkandung di dalam masyarakat yang masih banyak jumlah masyarakat kelas menengah ke bawah atau masyarakat miskin. Harga produk yang terjangkau dengan brand yang meluas ke negara lain tidak membuat perusahaan untuk meningkatkan harga produknya, efisiensi untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan itulah yang dilakukan perusahaan. Seluruh kemasan produknya dapat dijadikan alat untuk hal itu, solusi tengah dengan cara mengurangi kuantitas content produk namun dengan cita rasa dan model kemasan yang tetap sama lalu disesuaikan dengan ongkos produksi dan distribusi perusahaan agar perusahaan tidak merugi, dan juga masyarakat miskin pun tidak merugi atas kebijakan perusahaan. Solusi tengah dengan menjaga image dan brand produk yang dikenal masyarakat terbilang murah dilakukan agar tetap bisa dijangkau oleh masyarakat kelas bawah dan perusahaan tetap bisa melayani kebutuhan mereka sebagai konsumen.
Jika melihat di pasaran antara produk makanan perusahaan lain dan produk makanan dari PT Siantar Top  mengalami persaingan, tiap perusahaan harus menghadirkan pembeda dengan perusahaan lainnya, agar masyarakat meminati dan memilih produknya. Penggunaan media teknologi komunikasi oleh PT Siantar Top sebagai cara berkomunikasi dengan masyarakat dipastikan berdampak pada kelangsungan kegiatan bisnis perusahaan ini. Strategi itu mampu menyasar tiap lapisan di masyarakat, ke lapisan terbawah sekalipun. Harga biskuit dengan kemasan standar atau besar sulit dijangkau dan kurang diminati oleh masyarakat miskin, walaupun di dalam dirinya menginginkan produk lain dan ternyata harganya mahal membuat mereka mengurungkan keinginannya itu dan memilih produk PT Siantar Top yang menyediakan banyak produk dengan kemasan yang lebih ramping sehingga harganya pun tidak semahal produk lain. Hal itu membuat pengeluaran masyarakat miskin akan semakin meningkat pula, karena mereka akan lebih sering untuk membeli produk tersebut.
Strategi yang digunakan perusahaan harus mencerminkan adanya inovasi dan menggunakan teknologi dalam menjalankan strateginya itu, inovasi punya korelasi dengan keberadaan masyarakat kelas bawah. Inovasi itu lahir dari kondisi masyarakat miskin selama ini, tuntutan keinginan masyarakat yang ingin menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau direspon oleh perusahaan. Respon yang tetap orientasinya pada profit, namun mengandalkan efisiensi saat memproduksi, mempromosikan dan mendisribusikan produknya. Kegiatan bisnis yang kaya akan inspirasi dan tetap memperhatikan keberadaan serta peran masyarakat kelas bawah membuat kondisi pasar tidak jenuh, perusahaan ini tetap tumbuh, pertumbuhaan perusahaan PT Siantar Top dan banyak perusahaan lainnya dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara. Bagi negara, tugasnya ialah melakukan pemerataan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Bagi masyarakat, ada rasa yang dipuaskan ketika meraih suatu produk dengan memperhatikan kemampuan dan daya saingnya, hal itu berpotensi pada peluang masyarakat miskin untuk ‘naik kelas’ pada kelas di atasnya sesuai tangga piramida konsumen, mengacu pada fortune in the Bottom of the Pyramid C.K Prahalad.

Sumber Bacaan:   
 - Bahan Ajar Ekonomi Lokal dan Pengentasan Kemiskinan oleh Bapak Bagus Aryo, Ph.D
-   Berita di beberapa media


Tidak ada komentar:

Posting Komentar