Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru!



Setiap tanggal 25 November, ditetapkan sebagai hari peringatan guru Indonesia, yang ditandai dengan berdirinya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Tulisan ini tercetus karena mengingat bapak dan mamakku yang berprofesi sebagai Guru. Trus, satu per satu saya ingat wajah, sosok dan gaya mengajar guru-guru ku yang pernah ajar saya sejak SD-SMA. 3 tahun bersekolah di SDN 76 Sarik (1996-1999), 3 tahunnya lagi di SDS Budi Setia (1999-2002), SMPN 1 Luhak Nan Duo (2002-2005), SMAN 1 Pasaman (2005-2008). Guru, profesi yang sangat saya segani dan banggakan, 12 tahun diajar oleh orang-orang sabar untuk mengajari muridnya sampai mereka lupa makan, magh dan darah tingginya sampe kambuh, mau gimanapun kondisinya mereka tetap berjuang untuk berdiri di depan kelas, kadang nungguin muridnya di pintu gerbang. 

Dulu Guru itu katanya gak enak, gajinya kecil, cukup-cukup buat makan atau beli sepeda, sampe ada lagu Oemar Bakri yang mengisahkan kehidupan Guru. Tapi itu dulu, Guru sekarang sudah jadi pekerjaan idaman karena gajinya udah gede. Jumlah mahasiswa di kampus-kampus bekas IKIP bisa bersaing dengan kampus umum, contoh lain banyak orang meminati jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ya, kalo guru-guru jaman sekarang belum masuk dalam kriteria guru idaman dan teladanku. Pengabdian tanpa bukti pasti sulit untuk kukenang. Kecuali mungkin guru-guru muda yang udah atau sedang mengajar di daerah terluar dan terpelosok Indonesia, itu baru anak muda, guru pula, joss!

Profesi pertama yang saya kenal dan tau secara nyata adalah Guru, sejak lahir sudah mengenal sekolah dan lingkungannya. Tahun 1990 saya lahir di rumah dinas sekolahnya bapak dan tiap hari liat bapak berangkat-pulang ngajar. Bertahun-tahun sebelum bapak mama punya rumah, lingkungan kecilku adalah sekolah. Oemar Bakri sejati dikeluargaku adalah Bapak, kemudian mamak mengikuti jejaknya Bapak. Dari jaman saya belum lahir bapak udah jadi Guru, mungkin gajinya dulu kalo dibanding sekarang ya cukup beli paketan internet 3 Gb. 

Masuk ke lingkungan sekolah sebagai siswa, selama 12 tahun bertemu dengan Guru-Guru yang secara formal mengajari banyak mata pelajaran. Pulang sekolah, di rumah ketemu guru lagi. Setiap hari Guru, Guru dan Guru, bangganya saya mengenal apa itu Guru, dan meneladani Guru dari setiap didikan dan ajarnya. Pengabdian Guru semakin hari makin dihargai oleh Pemerintah, kenyataan disisi lain juga masih ada Guru yang status dan pendapatan kurang memadai untuk penghidupannya. Setidaknya Guru gak pernah ngeluh kesah kayak driver Gojek atau buruh-buruh yang suka nuntut ini itu. Jadi, Selamat Hari Guru untuk Bapak Mamak, Guru-guruku dari SD-SMA, dan Adekku Iin yang kelak menjadi Guru.