Sabtu, 05 Desember 2015

Manis Tak Selalu Lembut



Makanan yang disebut donat jd salah satu makanan kesukaanku, selain pisang goreng. Donat buatan pabrikan ternama dan buatan rumahan tak punya nama, tak jadi soal. Kenikmatan donat tentu karena manis dan lembutnya, ia manis karena ditaburi manisan dalam ragam jenis, misalnya pakai gula putih, mises, coklat atau strawberry. Ia lembut karena keseimbangan adonan bahannya, kalo tidak salah tepung terigu, telur, mentega. Saya lupa entah sejak kapan pertama kali kenal donat, tapi sampai hari ini saya tetap tidak pernah bosan untuk menyipinya.
 
Dari suatu kesukaan atau minat kadang lahir suatu filosofi, dari makanan kesukaanku ini baru saja terpikir ada satu filosofi yang terkandung atau inspirasi yang muncul. Filosofi donat ini mungkin lebih pas kalo dikaitkan dengan hal percintaan khususnya bagi muda-mudi. 

Kecantikan, keindahan, dan kelembutan paling disenangi setiap orang kebanyakan, tapi agak kurang nyaman menyebut kemanisan. Paling tidak sesuatu yang cantik, indah, dan lembut tidak jauh dari sesuatu hal yang manis, dan harus kuakui juga kalo semua itu sifatnya subjektif. Tiap-tiap orang punya nilai dan rasa sendiri. 

Perempuan disebut manis bisa karena segala yang ada dalam fisiknya menunjukkan kecantikan dan keindahan, bahkan dilengkapi lagi dengan kelembutan yang merupakan sesuatu hal non fisik. Misalnya, tutur sapa, kepekaan, dan perhatian. Menjadi tidak seimbang kalau yang ditemui dari seseorang lebih dominan sesuatu yang cantik dan indah, kelembutan tidak pernah jadi kebiasaan dan pembawaan. 

Aku pernah menemui perempuan manis karena memang cantik dan indahnya itu, tapi kelembutan jadi hal yang sulit untuk didapatkan. Kelembutan sudah barang tentu sesuatu yang alami/ natural, jika kelembutan tidak natural tidak beda jauh dengan robot, yang dibuat-buat. Begitupun dengan donat, donat manis juga tidak selalu berasa lembut, kadang keras, bantat, penyebabnya, karena pembuatannya yang tak sempurna. Setiap manusia tak sempurna pasti punya kerinduan akan kelembutan di dalam hidupnya.