Penyebab
mahasiswa tingkat akhir belum kelar-kelar tugas akhirnya, kalo bukan karena dia
pemalas, alasan apalagi yang layak untuk menjadi pembelaan. Sekarang saya
mengakui bahwa rasa malas menjadi sebab utama dalam studi, apalagi disaat-saat
masa akhir. Dulu, waktu masih belajar di kampus Rawamangun, saya bukan orang
yang tergolong malas kalo bersentuhan dengan kepentingan studi, apapun
cobaannya saya kuat seperti batu karang. Pengalaman yang berbeda dengan yang
lalu, saat ini saya mudah lupa akan tanggung jawab penyelesaian tugas akhir,
padahal di awal-awal studi di kampus Depok, begitu bergairah penuh semangat.
Alasan pekerjaan di dunia birokrat, sering menjadi alibi pribadi untuk
membantah kemalasan saya. Kekurangan waktu untuk mengerjakan tugas akhir, bisa
diakali dengan memundurkan waktu tidur, dengan konsekuensi durasi waktu tidur
berkurang, dan kadang fokus saat bekerja terganggu. Namun, apa daya, demi
menyelesaikan tugas akhir, memang harus siap dengan segala konsekuensinya.
Kebangkitan
semangat dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas akhir pada beberapa minggu terakhir
berawal dari komunikasi dengan rekan
seangkatan, yang bernasib sama dengan saya. Komunikasi dengan rekan seangkatan
punya motivasi bersama untuk segera lulus dan menyandang status alumni dari
kampus Depok. Sebelum adanya komunikasi itu, dosen pembimbing sudah berulang
kali menghubungi dan mengingatkan saya soal tugas akhir ini, namun kemalasan
masih begitu besar menguasai diri, akhirnya kemajuan signifikan atas pengerjaan
tugas akhir belum terlaksana. Sering saya tertegur dengan perhatian dosen
pembimbing, masa ada dosen yang mencari dan menanyai kabar mahasiswanya, apa
karena dia perempuan, entah. Yang jelas teguran itu harus dibalas dengan
loyalitas dan tanggung jawab dari saya sebagai mahasiswa bimbingan beliau.
Kombinasi antara perhatian dosen pembimbing dan
komunikasi rekan seangkatan kini menjadi lengkap untuk konsistensi semangat,
yang dahulu kembang kempis. Konsistensi semangat ini dibutuhkan hingga last minute penyerahan tugas akhir ke
jurusan saya. Tidak ada lagi waktu untuk berleha, tidak ada lagi tempat untuk
benih memalaskan diri, yang ada sekarang ingin lulus sesegera mungkin,
mengingat usia semakin tua, beban kuliah makin besar, dan bisa fokus pada
tanggung jawab pekerjaan secara penuh, menyusun rencana menikah, dengan siapa,
kapan, untuk melengkapi kebahagiaan orangtuaku di kampung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar