Catatan Semester I Bagian Pertama
Februari 2013, awal gw
mulai studi pascasarjana di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP, UI. Coba
kembali ke masa sebelumnya yang sudah terlewat. Modal nekat, tanpa dana
memadai, masih didukung sepenuhnya dana orangtua, tidak punya pekerjaan tetap,
saat ada ujian SIMAK pascasarjana gw coba peruntungan untuk ikut tes itu. Modal
nekat lalu saat pengumuman seleksi SIMAK gw diterima di Kampus UI, apalah
namanya kalau bukan rejeki dan keberuntungan. Seminggu pertama studi
pascasarjana diawali kuliah matrikulasi, tujuan diadakannya matrikulasi pada
mahasiswa Ilmu Kesejahteraan sosial adalah untuk menyatukan pemahaman seluruh
mahasiswa tentang disiplin ilmu Kesejahteraan sosial, mengingat latar belakang
studi sarjana para mahasiswa sangat beraneka ragam, ada yang dari kalangan ilmu
pendidikan, teknik, ilmu pemerintahan, filsafat, dan ekonomi.
Adaptasi merupakan hal
lumrah bagi tiap orang yang memasuki dunia baru. Lingkungan baru tentu memiliki
karakteristik masing-masing yang perlu dipelajari, disesuaikan dan
diadaptasikan. Kampus baru menyediakan teman baru, sistem perkuliahan dan corak interaksi yang baru pula. Perlu
diketahui, gw masuk sebagai mahasiswa baru di semester genap saat tahun ajaran
telah berlangsung 1 semester yakni pada tahun ajaran 2012/2013, dan kemudian langsung
dipertemukan dengan kakak kelas/senior yang masuk di semester sebelumnya.
Ibarat penumpang dan bis AKAP, gw naiknya bukan dari terminal, tapi naik di
tengah jalan, langsung menyatu dengan penumpang yang sudah terlebih dahulu
berada dalam bis itu. Konsekuensi bergabung dengan kakak kelas 1 semester
katakanlah mereka senior adalah tingkat pemahaman mereka lebih banyak dibanding
gw dan teman-teman seangkatan yang masuk di semester genap. Konsekuensi
lainnya, gw dan teman seangkatan dituntut untuk menyesuaikan mata perkuliahan
yang sudah dipaketkan oleh departemen. Padahal seharusnya sistem perkuliahan
yang ideal adalah mencoba mengikuti mata perkuliahan sejak dari paket pertama,
kedua, dan seterusnya. Untuk gw tidak, sudahlah anak baru, masuk ke lingkungan
baru, dihadapkan dengan senior, lalu dituntut untuk segera adaptasi dengan mata
perkuliahan yang telah dipaket, Setidaknya itulah proses yang sudah terlewati 1
semester, dan kini gw tidak lagi belajar dengan para senior-senior itu.
Ada saatnya sebagai
adik kelas yang punya kakak kelas, sebaliknya juga ada. Kini, gw statusnya
sebagai kakak kelas yang telah dulu 1 semester mengecap perkuliahan di
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Artinya, gw dan teman-teman seangkatan
sudah memiliki adik kelas saat ini. Bagian ini belum mendapat porsi untuk
dideskripsikan lebih lanjut dan mendalam. Porsi dalam bagian tulisan ini adalah
mencoba merefleksi apa yang sudah terlewat di semester lalu dengan
pengalaman-pengalaman yang sudah bertambah, dan tentu sangat terkait dengan
para senior/kakak kelas gw yang kini kebanyakan dari mereka sedang mengerjakan
proposal dan tesis mereka.
Memiliki senior juga
punya manfaat yang tak bisa lupa dengan mudah. Dari sisi pengalaman, mereka
kebanyakan telah berkecimpung dalam pergerakan dan organisasi yang beragam
bentuknya di tengah masyarakat. Ada yang menggeluti dunia pendidikan, karyawan
swasta, freelance, wirausaha, pekerja sosial, staf ahli kementerian dan DPR,
dan aparatur pemerintah di berbagai institusi. Dari sisi pengetahuan akademik dan non
akademik jelas mereka lebih tahu banyak ketimbang gw, tidak ada salahnya
mengakui kekurangan dan mencoba menutup kekurangan itu dengan memperbanyak
interaksi melalui komunikasi dan kerjasama. Komunikasi dengan kontak langsung
seperti diskusi, dan tugas kelompok menunjukkan makna kerjasama paling
sederhana di ranah kampus. Berhubung di jurusan gw peminatannya ada beberapa,
seperti peminatan perencanaan dan evaluasi program pembangunan, otonomi dan
pembangunan lokal dan peminatan pengembangan masyarakat, kemiskinan-CSR,
peminatan terakhir adalah merupakan peminatan gw di Departemen Ilmu Kessos.
Pengalaman gw saat menjawab 1 pertanyaan dari dosen yakni alasan mengapa
memilih peminatan tersebut, gw menjawabnya karena gw meminati tentang
kemiskinan dan pengembangan masyarakat, masuk akal dan terkesan polos memang
jawabannya.
Gw ga memungkiri jika
dikalkulasi intensitas komunikasi dan kerjasama, dari beberapa senior yang ada,
gw lebih sering bersama senior di 1 peminatan gw tadi, disitu gw banyak belajar
tentang kemiskinan, comdev, dan CSR, kebanyakan dari mereka punya pengalaman
dalam bidang itu. Sebaliknya dengan gw, tidak punya pengalaman banyak tentang
itu. Bang Andreas, sebenarnya gw dua kali ketemu dia di 2 kampus berbeda.
Sebelumnya, di UNJ dia telah menjadi senior gw, namun beda fakultas, dan di
kampus UI gw dipertemukan lagi dengannya di departemen dan ruang kelas yang
sama. Bang Andreas menjadi tempat gw bertanya tentang banyak hal, tidak saja
soal kuliah di kampus, gw pernah diskusi tentang dinamika UN penuh masalah,
pengalaman kerjanya sebagai pendidik di suatu sekolah. Yang gw salutin dari
dia, kemampuannya membagi waktu sebagai kepala keluarga di rumahnya, sebagai
pendidik di sekolahnya, dan sebagai mahasiswa di kampusnya ditambah dengan masing-masing
tugas tiap peran. Bang Adnan dan Bang Andi, duo makassar ini menjadi kawan baru
gw dari kawasan Indonesia Tengah. Logatnya yang khas, intonasi lantang, dan
kental dengan kelihaian mereka dalam beretorika menjadi karakter unik mereka.
Bagi gw pribadi, mereka punya andil besar dalam kelulusan gw di semester lalu,
sejelek-jeleknya kelakuan gw sebagai mahasiswa adalah titip absen dan berbagi
jawaban saat ujian akhir. Gw bukan bermaksud mengarahkan peran mereka dalam hal
yang buruk, namun ingin menekankan betapa solidnya mereka terhadap orang-orang
disekitarnya, tidak butuh balasan, yang diinginkan bagaimana orang lain bisa
merasakan apa yang merasakan, tidak merasakan pengalaman buruk, contoh tidak
lulus di suatu matakuliah karena absen bolong atau jawaban kosong saat ujian
akhir.
Ada 1 orang yang paling
berkesan selama pernah kuliah 1 semester dengannya, namanya Bang Arya. Gw mikirnya
dia orang Jawa atau sunda, ternyata orang Manado dan logatnya udah kebawa logat
Pulau Jawa, jadi maapkan gw bang kalo salah menduga latar belakang elu. Hal
yang paling berkesan saat gw hampir alpa dalam pengumpulan tugas UAS. Itulah gunanya
sapa-sapa di jejaring sosial. Pagi hari saat hari-H pengumpulan tugas bang arya
nanyain ke kampus apa engga, pertanyaan itu bikin gw gelagapan karena setau gw
udah ga ada jadwal pertemuan kuliah. Ternyata hari H itu hari untuk ngumpulin
tugas UAS Perspektif Global, Lokal dan Nasional dalam kemiskinan, dan nyatanya
juga gw belum ngerjain sama sekali, sepatah kata pun belum ada. Bukan lagi SKS
Sistem Kebut Semalam, tapi SKBJ Sistem Kebut Beberapa Jam menuju ke Jam 5 Sore.
Beberapa jam gw kerjain tugas itu selesai, dan gw kembali hubungin bang Arya
untuk minta tolong print sekaligus ngumpulin tugas gw ke Departemen. Bayangin
betapa tidak tau diuntungnya gw ke Bang Arya. Asli itu pengalaman berkesan dari
Bang Arya! Motivasi bernilai spiritual pun tidak jarang dibagi ke gw saat-saat
gw sering ketemu dengan dia.
Ada lagi bang eko,
tampilannya kental dengan orang muda yang enerjik terutama dalam bidang
wirausaha, setau gw dia sebagai pengusaha kopi di sekitaran kampus daerah
Kukusan. Gw pernah 1 kelompok bareng dalam 1 matakuliah peminatan, penuh dengan
inspirasi dan inovasi ketika bergabung 1 tim dengannya. Terlihat saat dia
menyajikan materi dalam bentuk verbal dan visualisasi materi, tidak ada
salahnya mencontoh yang sudah ada dan harus bermakna positif tentunya. Kalo mbak-mbak
senior di peminatan gw, ada mbak novi, mbak ini sering dijodohin sama bang eko.
Nah kalo yang ini gw gatau kebenarannya sampai dimana. Mbak novi, logat jawanya
medok banget, mirip sari asal jember teman seangkatan gw, kalau mbak novi
sepertinya dari daerah Jogja. Secara fisik, kayak perempuan jawa pada umumnya, item
manis ayu gitu lah pokoknya. Nah kalo mbak fidi gw ingetnya itu dia lulusan
Unpad Kesos, punya turunan padang, dia kenal sama teman 1 SMA gw namanya Sutan
yang kebetulan mereka pernah kerja bareng di 1 projek di Unpad. Trus temen yang
sering bareng mbak Fidi namanya Mbak Lita, perempuan berkacamata ini kayaknya
paling bawel deh diantara senior perempuan yang lain. Mau itu kalo melontarkan
pertanyaan di kelas ataupun saat diskusi, bercanda. Dan itu mungkin udah jadi
ciri khas mbak Lita. Kalo dari pihak laki-lakinya, ada bang Abi yang mirip
karakternya dengan mbak Lita, sama-sama bawel tapi pembawaan bang Abi lebih
kalem terlihat saat vokal di kelas volume suaranya kecil dan intonasinya pelan.
Nah, ada lagi yang bener-bener kalem, oranngya itu mbak Tri, Bawaannya Jawa
Banget, lulusan sosiatri UGM, kerja di kemensos, sayangnya emang gw belum
pernah satu tim kerja dengan dia di perkuliahan, sering interaksinya kalau di
luar kelas contoh saat gw datang kepagian di kuliah MPS 2 yang jadwalnya jam 2
tapi gw udah datang jam 1 dan mbak Tri udah datang lebih dulu. Sosok terakhir
dalam tulisan ini, mungkin dia adalah icon dari peminatan kami. Namanya Om
Bungen, kenapa gw panggil om. Dari usia emang beliau paling senior, tapi sikap
dan tingkahnya anak muda banget, bisa nyesuain dengan adek-adekunya. Karakter
khasnya itu jago maen sulap kartu, tapi sampai sekarang gw ga dapat triknya
gimana.
Sekian dulu tulisan
yang menceritakan pengalaman belajar bersama senior yang menjadi kawan-kawan 1 semester ketika gw masuk di
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP. Masih banyak nama-nama yang
harusnya masuk di tulisan ini dan mengupas sedikit profil masing-masingnya,
namun apa daya kemampuan imaginasi dan kemampuan menuliskannya sangat terbatas.
Setidaknya, bagian tulisan ini ingin menyampaikan begitu berharganya sesama
yang berada di sekitar kita. Pergaulan yang tidak ditentukan materi, namun
jangan sampai pergaulan tidak bisa memberikan manfaat apa-apa buat pribadi
kita, ilmu wawasan dan pengalaman merupakan manfaat yang justru tak punya
nilai, karena uang tidak mampu membeli semuanya. Sekian dari penulis.


Salam kenal agan Pratama..
BalasHapusSaya tika dr surabaya, saya tertarik sekali utk bisa lanjut s2 di ilmu kesejahteraan sosial ui, boleh tanya2 ga yaaa? Makasih :)
Kasih email ya kalau boleh ..
Salam kenal agan Pratama..
BalasHapusSaya tika dr surabaya, dan kebetulan tertarik untuk bisa lanjut s2 di ilmu kesejahteraan sosial ui, boleh tanya2 ga yaaa? Makasih ..
Kalau boleh, share email dong :)
tama_tamba@rocketmail.com
BalasHapusMaaf baru balas :)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHuiiii,,,,kren ya Tama ....utk CSR ya hehehehe
BalasHapus